Wednesday, May 30, 2018

Belajar bahasa Sunda dasar dimulai dari kosa kata bahasa sunda


Bahasa Sunda
PART I
Oleh: Fauji Imamul Arifin





Di dalam tulisan ini, dijelaskan setiap kosa kata bahasa Sunda yang sangat memungkinkan untuk mempermudah para pembaca dalam mempelajari bahasa sunda dan mempermudah dalam mengetahui kosa kata yang mungkin sedikit asing di telinga kita.  Kosa kata bahasa Sunda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Macam-macam kosa kata “cara berjalan” dalam bahasa Sunda
Kosa kata di sini mengenai macam-macam caraberjalan dalam bahasa Sunda. Adapun kosa katanya yaitu:

·         Boyot:  Berjalan dengan lambatnya
·         Deog/pengkor:  Berjalan dengan tidak seimbang dikarenakan kaki sebelahnya lebih pendek.
·         Dohot-dohot:  Berjalan dengan pelan-pelan sambil semu jongkok.
·         Egang/Egol:Berjalan seperti orang yang baru saja disunat.
·         Gonjleng:  Cara jalan wanita sambil menggerak-gerakkan tubuhnya, untuk menarik perhatian laki-laki (jantan)
·         Ingkud-ingkudan:  Berjalan tidak sempurna dikarenakan sakit kaki.
·         Jingkrung:  Berjalan tidak sempurna dikarenakan sakit kaki.
·         Jarigjeug:  Berjalan dengan tidak seimbang, semu akan jatuh
·         Jumarigjeug:  Berjalan dengan tidak seimbang, semu akan jatuh
·         Jingjet:  Berjalan semu susah melangkah karena cacat kaki atau pake celana/samping tidak sama panjangnya.
·         Kepoh:  Brjalan tidak sempurna karena lutut saling bersentuhan (seperti huruf X)
·         Kukurubutan:  Berjalan sedikit membungkuk menyusuri semak belukar
·         Moyongkod:  Berjalan lancar sambil membungkuk karena malu
·         Mongkoy:  Berjalan lancar sambil membungkuk karena malu
·         Narabas:  Berjalan di tempat banyak sampah tidak memperhatikan duri.
·         Neker:  Berjalan di tempat yang sangat menanjak
·         Neleden:  Berjalan anak kecil yang membuat lucu
·         Nelenyeng:  Berjalan yang asalnya biasa/pelan-pelan tiba-tiba cepat
·         Niliktik:  Cara berjalan anak kecil yang baru bisa berjalan cepat, berjalan ke sana ke mari (tidak seimbang)
·         Nolog:  Berjalan (karena tidak hati-hati) pada kondisi gelap.
·         Noyod:  Berjalan mengikuti kehendak sendiri, tidak memperdulikan apapun.
·         Ngabadaus:  Berjalan (semu cepat) tidak memperhatikan sekitarnya
·         Ngabangbeos:  Berjalan (semu cepat) tidak memperhatikan sekitarnya.
·         Mengpeos:  Berjalan tidak melihat-lihat dulu (biasanya karena ada kekesalan)
·         Ngadaligdeug:  Berjalan seperti orang yang mabuk.
·         Ngadigleu:  Berjalan pelan, sedikit berat melangkah
·         Ngagegot:  Cara berjalan wanita sambil menggerak-gerakkan pantatnya.
·         Ngagiyet:  Cara berjalan wanita sambil menggerak-gerakkan pantatnya.
·         Ngagilincing:  Sebutan untuk orang yang berjalan tanpa membawa apapun.
·         Ngagiplek:  Cara berjalan wanita gemuk, pantatnya sambil lengak lengok
·         Ngalejeg:  Berjalan-jalan di depan orang lain sembari marah
·         Lajag-lejeg:  Berjalan-jalan di depan orang lain sembari marah
·         Ngincid:  berjalan cepat (sendirian)
·         Ngiciprit:  Berjalan waktu hujan atau ketika banyak air hujan
·         Nyelengceng:  Berjalan cepat sendirian (untuk mendahului orang)
·         Nyerenteng:  Berjalan cepat sendirian (untuk mendahului orang)
·         Nyirinting:  Berjalan sambil sedikit berlari mendekati orang lain (sambil marah)
·         Rarampeolan:  Berjalan sedikit lemas (ketika mabuk)
·         Sasampoyongan:  Berjalan ke sana ke mari tidak seimbang (biasanya yang sedang mabuk)
·         Seseleket:  Berjalan ke sana ke mari tidak seimbang (biasanya yang sedang mabuk)
·         Tonggoy:  Berjalan tanpa melihat-lihat, tidak memperdulikan orang yang sedang menyapanya
·         Turugtug:  Berjalan cepat di tempat yang menurun



2. kosa kata yang menunjukkan pada “tata cara orang berjalan banyakan”
Kosa kata di sini mengenai macam-macam tata cara berjalan secara banyakan (lebih dari satu orang) dalam bahasa Sunda. Adapun kosa katanya, yaitu:

·         Ngabring:  Berjalan berbarengan (banyakan)
·         Ngabrul:  Keluar atau pergi berbarengan
·         Ngaburudul:  Keluar dari satu tempat (banyakan)
·         Ngaleut:  Berjalan berbarengan (orangnya lebih banyak dari pada “ngabring”)
·         Ngatay:  Berjalan berbarengan (orangnya lebih banyak dari pada “ngabring”)
·         Ngeungkeuy:  Berjalan berbarengan (orangnya lebih banyak dari pada “ngabring”)

No comments:

Post a Comment

Persamaan Bahasa Arab dengan Bahasa Indonesia

Persamaan Bahasa Arab dengan Bahasa Indonesia           Banyak dari kosakata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari...